Desa Semagung
Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo
Sejarah Desa Semagung
Asal-usul Desa Semagung
Berdasarkan penulis membaca dari Buku Karya Radix Penadi yang berjudul “Bagelen dan mataram kuno” dan buku yang berjudul “ Nyai Bagelen”
Menurut buku tersebut secara estimologi bisa dikatakan nama “Semagung” berasal dari kata Shima dan Gung, “Shima” artinya tanah perdikan atau daerah Suwantantra sementara “Gung” artinya besar,
Jadi dari kata shima yang agung menjadi Semagung.
Dari kedua buku tersebut diatas dengan berpedoman penelitian Dr. WR. Stutterheim dan dikutip Ajatrochaedi berdasarkan prasasti-prasati, ada 7 (tujuh) daerah shima yaitu:
- Shima Kudus adalah daerah yang dikuasai seorang kudus (suci) atau pendeta
- Shima Kepatihan adalah wilayah kekuasaan patih
- Shima Kewahutan adalah wilayah yang dikuasai seorang wahuta (jabatan tak tertentu)
- Shima Maharaja adalah wilayah kekuasaan Maha Raja
- Shima Haji adalah wilayah kekuasaan Raja
- Shima Wihara adalah wilayah sebuah biara atau tempat Peribadatan
- Shima Patirthan tempat sumber air suci atau pemandian suci
Dari beberapa hal yang terungkap maka Semagung diperkirakan adalah sebuah daerah Swantatra atau perdikan(shima) yang besar(agung) dalam kekuasaan seorang patih Lowo Ijo.
Patih Lowo Ijo
Didalam memegang kekuasaan, Pangeran Semono mestinya tidak sendirian salah satunya dia dibantu oleh seorang patih yang sangat setia yaitu Patih Lowo Ijo, yang makamnya ada di Desa Semagung.
Melihat atau membaca rangkaian itu menduga wilayah Semono dan Semagung masih satu wilayah kekuasaan.
Pangeran Semono
Pangeran Semono adalah penguasa daerah Semono yang dikenal rakyat sebagai tokoh sakti, Ia berkuasa di daerah tersebut untuk memajukan pertanian dikalangan rakyat. Pangeran Semono dikenal memiliki keris sakti yang Bernama “Carang Gesing”.
Desa Semono sudah terkenal terkenal sejak jaman dahulu kala. Nama “Semono” sendiri didapat karena menurut kepercayaan dan Sejarah yang ada, dahulu masuk wilayah kekuasaan seorang Pangeran Semono.
Desa Semono terletak di wilayah Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.
Sejarah Desa Semagung berdasarkan cerita rakyat turun temurun (Tutur Tinular)
- Patih Lowo Ijo adalah seorang yang sakti (Linuwih) maka dia punya sebutan “Sukmo Agung” lama kelamaan menjadi Semagung
- Dari cerita rakyat juga ada cerita jaman dahulu kala di pekarangan rumah seorang pembesar di Semagung ada tumbuh pohon asem besar atau disebut Asem Agung lama kelamaan jadi Semagung.
- Ada juga cerita bahwa Patih Lowo Ijo adalah seorang yang selalu patuh dan setia menjalankan tugas yang diberikan oleh atasan yaitu Pangeran Semono, maka dari itu ada dari teman seorang abdi yang mengatakan “Semaguh” dalam Bahasa Jawa kepada Patih Lowo Ijo yang artinya selalu siap menjalankan tugas walaupun tugas itu sangat berat di jalankan, dari kata Semaguh lama kelamaan menjadi Semagung.
Semoga dari beberapa versi cerita untuk menelusuri asal usul nama Desa Semagung diatas dapat membangkitkan generasi muda agar lebih cinta dan bangga pada desa kelahirannya yaitu Desa Semagung yang tercinta.



Mas Mahmud
02 Juli 2025 16:28:55
Wah... Sangat bermanfaat sekali, terimakasih pak informasinya ...