Desa Semagung
Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo
Mahasiswa KKN UNS 2026 Laksanakan Sosialisasi Peta Rawan Bencana Banjir dan Longsor di Desa Semagung
Desa Semagung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Pemaparan dan Sosialisasi Peta Rawan Bencana Banjir dan Longsor pada Rabu malam (28/01/2026) bertempat di Balai Desa Semagung, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNS dalam bidang mitigasi bencana dan perencanaan wilayah desa. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta perangkat desa mengenai potensi dan tingkat kerawanan bencana di wilayah Desa Semagung, khususnya yang disebabkan oleh kondisi kemiringan lereng dan keberadaan daerah sempadan sungai.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan latar belakang penyusunan peta rawan bencana yang didasarkan pada kondisi geografis Desa Semagung. Wilayah desa yang memiliki aliran sungai, kawasan sempadan sungai, serta variasi kemiringan lereng dari landai hingga curam menjadikan Desa Semagung memiliki potensi terjadinya bencana banjir dan longsor, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi.
Peta rawan bencana yang disosialisasikan disusun menggunakan beberapa data dan informasi pendukung, seperti data topografi atau kemiringan lereng, jaringan sungai, daerah sempadan sungai, jaringan jalan desa, area permukiman, serta fasilitas umum seperti sekolah dan balai desa. Informasi tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta tematik yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Lebih lanjut, mahasiswa KKN memaparkan pembagian zona rawan longsor, yang umumnya berada pada wilayah dengan lereng curam hingga sangat curam dan area di sekitar tebing atau perbukitan. Zona ini berpotensi menimbulkan dampak berupa kerusakan permukiman dan gangguan akses jalan. Sementara itu, zona rawan banjir berada pada area di sekitar sungai dan sempadan sungai serta permukiman di dataran rendah, dengan potensi dampak berupa genangan air dan kerusakan rumah maupun fasilitas umum.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada manfaat peta rawan bencana sebagai media edukasi kebencanaan, acuan dalam perencanaan tata ruang desa, serta dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan desa yang lebih aman dan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa KKN UNS juga menyampaikan beberapa rekomendasi mitigasi bencana, antara lain perlunya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat, penataan permukiman di zona rawan bencana, penguatan vegetasi di wilayah lereng curam, pengelolaan daerah sempadan sungai, serta penyusunan dan pengenalan jalur evakuasi bencana.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti pemaparan hingga selesai serta aktif menyimak materi yang disampaikan. Diharapkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Semagung terhadap potensi bencana banjir dan longsor dapat terus meningkat.
Mahasiswa KKN UNS berharap peta rawan bencana yang telah disosialisasikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan masyarakat sebagai salah satu upaya pengurangan risiko bencana serta sebagai langkah awal menuju Desa Semagung yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.



Mas Mahmud
02 Juli 2025 16:28:55
Wah... Sangat bermanfaat sekali, terimakasih pak informasinya ...