Desa Semagung
Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo
Sosialisasi dan Demonstrasi Praktek Pemisahan dan Pengelolaan Sampah Di Desa Semagung
Purworejo - Pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Praktek Pemisahan dan Pengelolaan Sampah di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dengan tema Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pengurus Bank Sampah Desa Semagung dengan jumlah sekitar 20 orang sebagai sasaran utama. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Desa Semagung mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, serta bagaimana cara mengolah limbah-limbah tersebut agar bisa menghasilkan nilai ekonomis atau nilai karya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali jenis-jenis sampah (organik, anorganik, dan residu/B3) serta menerapkan pemilahan sampah secara benar dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemilahan yang baik, diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah, mengoptimalkan pemanfaatan sampah bernilai guna dan bernilai ekonomi, serta menekan risiko dampak lingkungan dan kesehatan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN menggunakan bermacam-macam media pendukung seperti presentasi Power Point, poster edukatif, contoh olahan, serta demonstrasi langsung. Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab terkait pemanfaatan sampah yang berlangsung secara interaktif. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap upaya pengelolaan dan penekanan volume sampah yang kian meningkat.
Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi demonstrasi pemisahan dan pengelolaan sampah yang berlangsung secara interaktif. Mahasiswa bersama peserta melakukan simulasi pemilahan sampah rumah tangga ke dalam kategori organik, anorganik, dan residu/B3 menggunakan contoh sampah yang dibawa saat kegiatan. Proses demonstrasi meliputi penjelasan jenis sampah, cara pemilahan yang benar, serta pengelolaan lanjutan sesuai karakteristik masing-masing jenis.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga dilibatkan secara aktif untuk berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan terkait kondisi yang mereka hadapi di rumah maupun di lingkungan bank sampah. Melalui pendekatan interaktif ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menerapkan pemisahan dan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Berdasarkan hasil pengamatan, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman peserta mengenai sistem pengelolaan sampah yang lebih realistis sesuai dengan kondisi desa. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pengurus atau pemerintah desa, tetapi merupakan tanggung jawab masyarakat bersama yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat Desa Semagung dapat lebih aktif dan konsisten dalam memilah sampah dari sumbernya serta mendukung keberlangsungan Bank Sampah sebagai sistem pengelolaan lingkungan desa. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, adaptif terhadap kondisi lapangan, serta mampu menjaga lingkungan desa tetap bersih, sehat, dan nyaman.



Mas Mahmud
02 Juli 2025 16:28:55
Wah... Sangat bermanfaat sekali, terimakasih pak informasinya ...