Desa Semagung
Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo
Tradisi Mauludan

Semagung – Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan pada hari Senin, saat seluruh warga berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Perayaan tahun ini terasa istimewa dengan tradisi lokal yang terus dijaga serta pesan penting dari Kepala Desa untuk kesehatan bersama. Tradisi ini bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga sarat akan makna filosofis gotong royong dan rasa syukur. Setiap "perwujudan" yang dibawa menjadi simbol dari kontribusi dan keikhlasan setiap keluarga untuk kebahagiaan bersama.
Acara yang bertempat di Serambi Masjid jami'At Taqwa berlangsung dengan lancar dan tertib.
Tradisi ini bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga sarat akan makna filosofis gotong royong dan rasa syukur. Setiap "perwujudan" yang dibawa menjadi simbol dari kontribusi dan keikhlasan setiap keluarga untuk kebahagiaan bersama.
Warga Desa Semagung dengan bangga membawa hidangan
Sambutan dan Pesan Penting dari Kepala Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Semagung, Bapak Sunarno, menyampaikan dua pesan utama yang menyentuh hati para warga.

Pertama, beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan semangat gotong royong seluruh warga.
"Saya sangat bangga dan terharu melihat antusiasme Bapak, Ibu, dan seluruh warga sekalian. Tradisi membuat hidangan seperti buket ini adalah warisan budaya kita yang luar biasa, sebuah simbol kebersamaan yang harus terus kita lestarikan. Terima kasih telah ikut berpartisipasi dan menjaga agar budaya luhur ini tidak lekang oleh waktu. Ini adalah bukti bahwa warga Desa Semagung adalah warga yang kompak dan peduli," ujar Bapak Kepala Desa.
Kedua, beliau memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk mengingatkan seluruh warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit malaria yang bisa merajalela di musim penghujan.
"Di tengah kebahagiaan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk tidak lengah. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk. Gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) harus kembali kita galakkan. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama, demi kesehatan anak cucu kita dan agar desa kita terbebas dari wabah malaria," tegasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama.
Semoga semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini tidak hanya meningkatkan keimanan kita, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya lingkungan yang sehat.
Foto-foto Kegiatan
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |













Mas Mahmud
02 Juli 2025 16:28:55
Wah... Sangat bermanfaat sekali, terimakasih pak informasinya ...